Formula Excel (Bag.1)

Formula Excel digunakan dalam worksheet untuk mengkalkulasi hasil dari data yang disimpan worksheet tersebut. Jika data berubah, maka formula akan secara otomatis memperbarui hasil. Pada tutorial ini, akan dibahas dasar-dasar untuk membuat formula dalam Ms Excel.

Dasar Dasar Formula Excel

Formula terdiri dari kode-kode tertentu dalam cell, yang digunakan untuk melakukan kalkulasi tertentu untuk mendapatkan hasil yang nantinya ditampilkan dalam cell. Formula biasanya melibatakan fungsi-fungsi bawaan Ms Ecxel.

Formula Excel dapat terdiri dari elemen berikut:

  • Operator, seperti operator matematik + (tambah), – (kurang), * (kali), (bagi).
    • = 125*7
  • Referensi Cell, baik yang bersifat lokasi /range, maupun yang telah diberi nama
    • = A1 + A2
    • = (Ujian1 + Ujian2)/2
  • Nilai, bisa angka atau teks
    • = “Total: ”&A1
    • = A5+7
  • Fungsi, seperti SUM (penjumlahan), AVG (rata-rata), dan seterusnya.
    • =SUM(A1:A10)

Menggunakan Operator dalam Formula Excel

Operator adalah symbol untuk operasi matematika yang dikerjakan dalam formula. Contohnya adalah operator penambahan (+), pengurangan (-), perkalian (*), dan pembagian (/). Selain itu, Ms Excel juga mengenal operator logical, seperti:

Operator Nama Contoh
= Logika perbandingan ‘sama dengan’ = A1 = C2
> Logika perbandingan ‘lebih besar’
< Logika perbandingan ‘lebih kecil’
>= Logika perbandingan ‘lebih besar atau sama dengan’
<= Logika perbandingan ‘lebih kecil atau sama dengan’ = A1 <= A2
<> Logika perbandingan ‘tidak sama dengan’ = A1 <> A2

Operator Precende dalam Formula

Yang dimaksud dengan operator precedence adalah bagaimana Ms Excel mengurutkan proses yang melibatkan operator (operator mana yang diproses lebih dulu). Untuk menulis formula excel, perlu diperhatikan precedence ini supaya bisa mendapatkan hasil yang diinginkan.

Dalam formula Ms Excel, urutan operator precedence adalah sebagai berikut:

  1. ^ (pangkat)
  2. * (kali)
  3. / (bagi)
  4. + (tambah)
  5. – (kurang)
  6. & (concatenation)
  7. = (sama dengan)
  8. < (lebih kecil)
  9. 9. > (lebih besar)

Sebagai contoh, formula: 7 + 5 * 2 akan menghasilkan nilai 17, karena perkalian dikerjakan lebih dahulu dibanding penjumlahan. Untuk mengesampingkan urutan operator precedence dari Ms Excel, digunakan tanda kurung yang berarti “dikerjakan lebih dulu”.

Contoh:

= ( 7 + 5 ) * 2 Hasilnya adalah 24, karena penjumlahan 7 dan 5 dikerjakan lebih dulu, baru dikali 2
= ( B10  – C11) ^ 2 Pengurangan (B10  – C11) dikerjakan lebih dahulu dibanding pangkat 2
= ((A1 * B1)+ (A2 * B2)+ (A3 * B3)) * C8 Contoh tanda kurung yang bersarang (bertingkat), tanda kurang yang lebih dalam akan diproses terlebih dahulu

 

 Menggunakan Fungsi dalam Formula

Dalam Ms Excel telah tersedia banyak fungsi worksheet yang bisa dipakai untuk meningkatkan kemampuan formula. Fungsi-fungsi tersebut dapat membantu melakukan operasi-operasi yang rumit (bahkan tidak mungkin) jika hanya menggunakan operator-operator biasa seperti yang sudah dibahas sebelumnya. Selain itu, fungsi-fungsi tersebut dapat menyederhanakan formula secara signifikan. Misalnya untuk pencarian nilai rata-rata berikut:

= (B1+B2+B3+B4+B5+B6+B7)/7

Dapat disingkat menjadi

= AVG(B1:B7)

Argumen Fungsi

Semua fungsi dalam Ms Excel mempunyai sintaks NAMA_FUNGSI(argumen), seperti contoh berikut:

  • =AVG(B1:B7)
  • =MAX(A1:A100)
  • =IF(B5<1000000,C5*5%, C5*10%)

Informasi yang disimpan diantara tanda kurung tersebut disebut argumen. Sesuai dengan fungsi masing-masing, argumen fungsi bisa:

  • Tidak ada argument
  • Satu argument
  • Sejumlah argument yang jumlahnya tetap
  • Sejumlah argument yang jumlahnya tidak tentu
  • Opsional

Untuk fungsi yang memiliki beberapa argument sekaligus, harus dipisahkan dengan tanda koma (“,”). Argumen fungsi dapat terdiri dari:

  • Referensi Cell, misalnya =SUM(B7:B12)
  • Nilai Literal, misalnya =SQRT(144)
  • Nilai literal teks, misalnya =PROPER(“Tutorial Excel”)
  • Ekspresi, misalnya =SQRT(45*12)
  • Fungsi lain, misalnya =SQRT(SUM(B7:B12))

Leave a Reply